Posts

Showing posts from April, 2025

senja di ujung jembatan

Image
--- Bab 1: Kembali Langit Pekanbaru memerah. Senja jatuh perlahan di ujung Jembatan Siak IV, mewarnai sungai yang tenang dengan kilau jingga dan bayang-bayang panjang. Raka berdiri diam di sisi jembatan, tangannya menggenggam sketsa tua yang mulai pudar warnanya. Kertas itu sudah terlipat-lipat, dengan bekas noda kopi di sudutnya—jejak masa lalu yang entah kenapa tetap ia simpan, bahkan setelah bertahun-tahun pergi. Di bawahnya, perahu kayu melintas pelan. Suara motor klotok-nya membelah sunyi. Aroma sungai dan udara lembap menyatu dengan ingatannya: siang bolong naik sepeda ke pasar, malam-malam begadang menggambar di teras, dan tawa yang menggema di warung kopi dekat pelabuhan tua. Semua itu dulu terasa sempit—kota yang katanya tak pernah benar-benar berubah. Tapi sekarang, justru perubahan-perubahan kecil itulah yang membuat dadanya sesak. Trotoar yang dulu bolong, kini sudah dipoles rapi. Toko kelontong tempat ia dulu beli pensil kini berganti jadi kedai kopi dengan lam...

Dari Akar yang Membara: Kisah Kacang Mayang"

Image
Bab 1: Sutra Merah di Gerbang Istana Angin malam menyapu pelan pipiku saat aku berdiri di gerbang istana. Wangi bunga tanjung masih tercium samar, meski kini bercampur dengan asap dan darah. Di kejauhan, bulan purnama menggantung diam di langit, menyaksikan kehancuran yang tak pernah aku bayangkan terjadi pada malam seharusnya penuh berkah. Malam itu adalah malam perjodohanku. Malam penyatuan dua kerajaan besar di tepi Sungai Siak. Tapi tak ada musik, tak ada nyanyian. Yang terdengar hanya jerit dan gemuruh. Api membakar paviliun utama, dan tangga istana—yang dulu kupijak dengan harapan—kini disirami darah para penjaga. Aku ingat tubuh dayangku, Ranti, menggigil dalam pelukanku. Gaun sutra merah yang kupakai—hadiah ibuku dari Melaka—robek untuk membalut lukanya. Tangannya menggenggamku lemah, matanya mulai buram. “Putri...” bisiknya, begitu lirih. “Ssshh... aku di sini. Bertahanlah. Aku janji,” ucapku, meski suaraku sendiri pecah. Aku menggigit bibir, mencoba menahan air ma...